Senin, 05 Januari 2015

Penerimaan Peserta Didik Baru

SMA PL VAN LITH

Muntilan

Penerimaan Peserta didik baru(PPDB) SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan akan segera dilaksanakan kembali pada 30 Januari 2015-1 Februari 2015. Agenda ini merupakan acara tahunan untuk mencari calon peserta didik baru terbaik bagi SMA Katolik ber-asrama ini.
Tentunya persiapan harus segera dilakukan oleh calon-calon siswa karena tes yang diberikan beragam, mulai dari tes Potensi Akademik,tes Mata Pelajaran,tes Fisik dan wawancara.
masing-masing memiliki bobot sendiri-sendiri.
Kami menyediakan konsultasi bagi yang ingin bertanya-tanya tentang proses PPDB Van Lith 2015. silahkan hubungi kami pada laman kontak kami

Berikut kami share beberapa hal berkaitan dengan PPDB Van Lith :

Demikian ulasan kami mengenai PPDB Van Lith! Semangat bagi calon peserta didik dan adik-adik kami ! Salam PAVALI !

PAVALI GOES TO POHSARANG

1 Januari 2015

Mengawali tahun 2015, Pavali Yogya mendapat tugas penting nan mulia. Kami secara khusus diminta untuk mengisi koor di misa Jumat Legi di paroki St.Vincentius A. Paulo Gua Maria Lourdes Pohsarang, Kediri, Jawa Timur. Misa Jumat legi di Gua Maria ini selalu rutin dilaksanakan setiap bulan, dan menjadi sebuah kehormatan tersendiri bagi Pavali Yogya untuk mengawali pergelaran misa jumat legi ini. 
Pavali berkekuatan total 58 orang yang terdiri dari berbagai macam angkatan, mulai dari 17 hingga 22. 
Pavali berlatih mulai bulan November hingga hari H, kurang lebih dua bulan untuk persiapannya. 
Misa dimulai pada jam 11 malam dan berakhir jam 2 pagi.
Pada misa tersebut Pavali menggunakan musik keroncong atraktif untuk mendukung paduan suara.
seusai misa, banyak aplaus yang kita dapat sehingga memberikan kesan positif bagi para umat dan peziarah, bahkan kami diminta untuk bernyanyi satu lagu lagi demi menuntaskan permintaan beberapa umat.
kedatangan Pavali dengan semangat Api Van Lith juga semakin sesuai dengan tema Gereja pada 2015 ini yang menekankan tahun keluarga dan Pendidikan. Pendidikan yang menjadi ciri khas Romo Van Lith sebagai panutan kami.
Pada akhirnya kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada segenap tim koor Pavali yang telah berjuang keras mensukseskan acara itu.
Terima kasih juga kami berikan pada penyelenggara misa Pohsarang karena secara full membiayai akomodasi Pavali untuk misa ini, semoga ini menjadi pengalaman yang positif dan berkesan bagi kita semua dan mendukung pengembangan pribadi masing-masing anggota Pavali.
Proficiat PAVALI YOGYA !

Sabtu, 22 November 2014

OPEN RECRUITMENT 

PAVALEAGUE

 

Kepengurusan PAVALI YOGYA memasuki babak baru pada 2014-2015. Konsolidasi yang dilakukan di Wisma Yakkes pada September kemarin telah menghasilkan beberapa keputusan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Salah satunya adalah PAVALI LEAGUE. Kegiatan ini bukan untuk menggantikan PAVALI CUP yang biasa kita buat di bulan April. ini sangat jauh berbeda dengan konsep Turnamen Futsal antar SMA namun dilaksanakan di Muntilan. direncanakan dilaksanakan pada 21-22 Februari 2014.
maka dari itu Pengurus melalui Divisi Humaniora yang dipimpin oleh Cepot, Brama dan Ricko membuka open recruitment bagi teman-teman yang diluar pengurus untuk masuk dalam panitia dan membantu mensukseskan acara ini. Open recruitment ini akan dilaksanakan pada 22-25 November 2014. kemudian dilanjutkan wawancara panitia pada hari rabu/kamis.
Mari, yang  selo dan mampu, gabung dengan kami di panitia PAVALEAGUE! kita tunggu!! 
salam PAVALI !!

Minggu, 30 Maret 2014

PAVALI Mengabdi

PAVALI Mengabdi 2014



Tunjukkan kontribusimu!
"...dari PAVALI untuk Indonesia..."

Senin, 27 Januari 2014

Rekrutmen Panitia HVL PAVALI Yogyakarta 2014

OPEN RECRUITMENT PANITIA 

HARI VAN LITH PAVALI YOGYAKARTA 2014


Pengantar

Sebagai salah satu upaya untuk mengenang karya besar Romo Van Lith bagi bangsa Indonesia, PAVALI Yogyakarta mengadakan sebuah rangkaian acara Hari Van Lith (HVL) PAVALI yang sebelumnya sudah menjadi tradisi ketika anggota PAVALI masih melaksanakan kegiatan pembelajaran di SMA Pangudi Luhur Van Lith. Selain untuk mengenang karya besar Romo Van Lith, HVL PAVALI juga menjadi salah satu sarana bagi setiap anggota PAVALI, bukan hanya PAVALI Yogyakarta, untuk melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Romo Van Lith sendiri, yaitu menjadi rasul-rasul awam Katolik yang tangguh yang berani menjadi agen perubahan sosial dalam masyarakat.

Rangkaian HVL PAVALI ini dikonsep dengan berlandaskan tujuan utuk berkontribusi kepada masyarakat, bukan untuk tujuan profit dan foya-foya semata. Rangkaian HVL PAVALI tahun 2014 merupakan acara pioneer PAVALI yang diharapkan mampu memberikan dobrakan bagi pergerakan PAVALI dalam rangka kontribusi kepada masyarakat dan dapat menjadi agenda rutin selanjutnya tidak hanya bagi PAVALI Yogyakarta tetapi juga PAVALI nasional ke depannya. HVL PAVALI 2014 ini mengambil tema ”Dari Van Lith untuk Indonesia”. Tema tersebut diambil berdasarkan latar belakang belum maksimalnya kontribusi PAVALI dalam rangka mengemban misi Romo Van Lith untuk berkontribusi kepada bangsa Indonesia. Romo Van Lith telah memberikan karya yang besar bagi kemajuan bangsa Indonesia terutama melalui bidang pendidikan dan politik. Hal tersebutlah yang sudah selayaknya diteladani oleh alumni-alumni SMA Pangudi Luhur Van Lith dengan cara menumbuhkan kesadaran sosial terhadap permasalahan bangsa yang ada kemudian terlibat dan berkontribusi aktif bergerak untuk bersama-sama seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Rangkaian HVL 2014 ini terdiri dari empat acara besar, yaitu seminar nasional pendidikan, bakti sosial, diskusi internal PAVALI, dan perayaan ekaristi akbar. Seminar pada rangkaian HVL PAVALI 2014 dirancang untuk menumbuhkan kesadaran PAVALI dan masyarakat terhadap kondisi pendidikan di Republik Indonesia dan kemudian bersama-sama bergerak untuk mengatasinya. Bakti sosial dirancang dengan tujuan utama sebagai salah satu sarana bagi anggota PAVALI untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir. Diskusi internal PAVALI dirancang untuk membangun kembali semangat ke-Van Lith-an setiap anggota PAVALI untuk kemudian mampu berkontribusi secara aktif bagi kemajuan bangsa. Selanjutnya, perayaan ekaristi akbar akan menjadi puncak dari seluruh rangkaian HVL PAVALI untuk mendalami kembali secara spiritualitas berkenaan dengan semangat berkontribusi kepada bangsa dan sebagai wujud syukur terhadap perutusan yang diberikan Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia yang mampu memberikan perubahan dalam masyarakat. Acara ini nantinya akan mengundang PAVALI dari seluruh region beserta berbagai elemen masyarakat untuk ikut terlibat dan berproses bersama.

Pendaftaran

Untuk itu, kami mengundang teman-teman PAVALI Yogyakarta, khususnya teman-teman VL 18-VL 20 untuk berkontribusi dalam kepanitiaan HVL PAVALI Yogyakarta 2014. Pendaftaran bisa dilakukan dengan mengisi formulir yang ada pada link berwarna kuning di bawah ini. Pendaftaran dibuka dari tanggal 27 Januari 2014 sampai 9 Februari 2014 melalui blog PAVALI Yogyakarta. Lebih lengkapnya, teman-teman dapat menyimak poster di bawah link formulir pendaftaran. Ditunggu kontribusi dan peran serta teman-teman PAVALI Yogyakarta semua dalam kepanitiaan ini :D Viva Van Lith, Viva Pavali !
  




Kamis, 28 November 2013

Gaya Pendidikan Militan Van Lith

GAYA PENDIDIKAN MILITAN VAN LITH

Oleh Br. F.A. Agus Sekti S.A., FIC


Pengantar

Merujuk pada kata militan mempunyai pengertian adalah bersemangat tinggi atau membina suatu organisasi diperlukan orang-orang yang penuh pengabdian. Penggunaan istilah tersebut di atas sering disalahgunakan atau disalahartikan dalam prakatiknya. Bahkan kata militan sendiri ahkir-ahkir ini sering menjadi momok atau kekawatiran bagi banyak orang. Bagaimana hal tersebut tidak menjadi suatu yang mengkawatirkan jika akar dari pola pendidikan yang mengarah pada istilah militan menimbulkan bencana permusuhan, penghancuran, dan lain sebagainya. Kita dapat mengambil contoh yaitu peledakan bom di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara ditengerai dari orang-orang yang menamakan diri sebagai militan dari kelompok tertentu. Disamping itu pula istilah militan nampak dalam perubahan fisik atau atribut-atribut yang melekat pada diri seseorang misal: berjambang pendek, bersorjan, berikat kepala, dan lain sebagainya. Oleh karena itu jelaslah bahwa istilah militan sering dipelintir dan digunakan sebagai istilah yang negatif.

Bapak Uskup Agung Semarang Mgr. Ignatius Suharyo, Pr. dalam pertemuan para religius se-Muntilan pernah mengatakan bahwa militan bagi gereja di jaman sekarang mempunyai tiga pilar yang harus diusahakan, ketiganya antara lain; sehat fisik, motivasi, dan inspiratif. Ketiga pilar tersebut kiranya menjadi satu kesatuan dalam diri seseorang yang mau mengatakan dirinya sebagai militan gereja dalam kancah dunia. Disamping itu pula Beliau juga mengatakan bahwa SMA PL Van Lith Muntilan merupakan tempat dimana para calon militan-militan gereja sedang dipersiapkan. Gereja patut bangga atas peran umat. Peran dalam hal ini adalah para religius dan awam yang tertarik untuk mempersiapkan generasi-generasi pelindung Gereja di masa yang akan datang. Gereja kiranya patut bersyukur bahwa Rm. Van Lith, SJ dan Para Bruder FIC telah memulai cita-cita luhurnya demi masa depan Gereja di Indonesia, paparnya.

Militan Gaya Van Lith


Gaya pendidikan ala Van Lith pada dasarnya tidak mengedepankan sikap radikalisme yang brutal dalam menyikapi perkembangan jaman. Radikalisme yang mempunyai pemahaman sebagai paham adanya keinginan untuk melakukan perubahan dan pembaharaun dengan cara yang drastis itu dipahami sebagai perubahan akan adanya rasa cinta pada Yesus sebagai Tuhan-Nya dan Gereja yang harus disatukan dalam hidup masyarakat luas. Oleh karena itu pola yang ditekankan untuk memenuhi tiga pilar militan seperti diharapkan oleh Bapak Uskup Agung Semarang maka dibuatlah Visi dan Misi SMA PL Van Lith. Visi SMA Van Lith adalah semangat Kerajaan Allah yang berintikan keselamatan bagi semua orang terutama yang menderita dan terlupakan yang diharapkan menjadi kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semangat tersebut diharapkan merasuki seluruh dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam usaha untuk mewujudkannya terbuka untuk bekerja sama dengan semua saudara yang berkehendak baik. Adapun Misinya adalah: mendampingi kaum muda dengan mendahulukan yang miskin, melalui pendidikan sekolah berasrama. Proses pendidikan tersebut memadukan unsur-unsur pendidikan formal, informal dan non formal yang mencakup segi-segi religiositas, humanitas, sosialitas, dan intelektualitas. Pencapaiannya dilakukan dengan cara yang luwes dalam suasana persauadaraan sejati yang saling asih, asah dan asuh. Visi dan misi tersebut diatas merupakan idealisme yang terus diperjuangkan oleh semua komponen Van Lith demi cita-cita luhurnya.

Tiga Pilar Militan Gereja dalam Era Zaman Baru

Gereja senantiasa berharap pada generasi penerus untuk terus-menerus membangun diri demi mempertahankan tradisi suci yang mempunyai nilai religi besar di kancah percaturan dunia yang makin meresahkan ini. Maka benarlah apa yang diharapkan oleh Bapak Uskup Semarang bahwa dunia akan kuat jika tiga pilar militan dapat disatukan dalam jiwa generasi kaum muda jaman sekarang. Ketiga pilar tersebut dapat dipahami sebagai berikut.
1. Sehat fisik
kita dikatakan dapat bekerja, berfikir dalam melakukan aktivitas apabila didukung dengan adanya kemampuan fisik yang baik. Fisik yang baik berarti bahwa kita harus terus menerus mengusahakan beberapa kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan tersebut melalui 4 sehat lima sempurna, olah raga teratur, dan hidup sesuai kaidah-kaidah yang ada.
2. Motivasi
Menurut Martin Handoko, FIC dalam buku “ Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku “ mengatakan bahwa motivasi merupakan suatu dorongan atau tenaga dalam diri manusia, yang menimbulkan, mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah laku. Sedangkan motif dari asal kata dasarnya mempunyai pemahanan adalah dorongan yang menyebabkan seseorang berbuat sesuatu tindakan atau sikap tertentu. Semua pemikiran tersebut di atas dapat terwujud jika diadakan latihan tentang kedisiplinan pada diri kita. Disiplin memang sangat perlu jika orang mau berkembang dan maju. Kita menyadari bahwa waktu dalam sehari berjumlah 24 jam. 24 jam akan mempunyai makna serta keberuntungan jika kita jeli dan peka dalam memanfaatkannya. Apalagi kita semua mengetahui bahwa waktu yang telah berlalu tak akan pernah kembali lagi. Kemudian bagaimana kita akan mengisi hal itu, dan itulah pertanyaan reflektif kita tentunya.
SMA Van Lith berkaitan dengan adanya latihan kedisiplinan diusahakan dengan cara aneka macam pelatihan antara lain: menepati jadwal kegiatan yang sudah ditentukan, menentukan target nilai, konsekuensi atas keputusan bersama dan lain-lain. Adapun tingkat keberhasilannya dapat diamati melalui perubahan dalam bersikap, pola hidup harian, serta konsep berfikir atas perkembangan hidup.
Ada orang mengatakan bahwa waktu adalah emas. Hal tersebut memang benar sebab waktu pada dasarnya merupakan kesempatan bagi seseorang untuk menentukan arah masa depan yang ditentukan sendiri. Penentuan keberhasilan dalam diri seseorang akan dapat diperoleh melalui perjuangan yang tiada henti dan terus menerus diusahakan. Kesadaran akan jiwa calon seorang pemimpin awam yang ditanamkan oleh pola pendidikan SMA Van Lith hendaknya menjadi milik dan menyatu dalam diri peserta dan pembimbing.
3. Inspiratif
Pemahaman inspiratif tandas Bapak Uskup lebih ditekankan pada pengolahan hidup rohani yang tepat sehingga mampu mempengaruhi hidup manusia. Pengaruh tersebut dapat diperoleh dengan bentuk kegiatan keimanan seperti yang digeluti di SMA Van Lith. Kegitan tersebut meliputi; doa bersama, doa pribadi, disksusi Ajaran Sosial Gereja (ASG), RPK (Remaja Pencinta Kristus), Legio, doa Karismatik, katekese dan lain sebagainya.
 

Semua bentuk kegiatan di atas pada dasarnya merupakan persiapan dimana SMA Van Lith ingin menciptakan kader-kader Gereja yang mempunyai ahklak keimanan yang memadai. Iman yang cukup berarti bahwa kita mampu menggali dan mengembangkan seoptimal mungkin potensi masing-masing orang untuk membagikan kesejahteraan, meningkatkan rasa persaudaraan, mengembangkan budaya dialog dan refleksi di lingkungan hidup maupun karya kerasulan.
Kesadaran akan makna religi tentang kita dipanggil dan diutus untuk ikut serta dalam karya Yesus. Ia memberikan kesaksian mengenai kebenaran. Ia datang untuk melayani. Ia datang untuk menyelamatkan, dan Ia membawa amanat Kerajaan Allah, amanat cinta kasih (Kostitusi FIC art. 15) dapat menjadi idealisme setiap insan muda yang tumbuh berkembang bersama para pendamping (Bruder, Suster, Romo, Guru, dan karyawan).

Penutup

Kita semua sadar bahwa hal tersebut di atas terus menjadi perjuangan yang tiada henti. Kita hendaknya tidak mudah mengatakan bahwa tuntutan Gereja hanyalah sebuah teori, atau idealisme kosong saja, tetapi kiranya konsep itu mampu dijadikan salah satu pegangan dalam mengikuti perkembangan arus jaman. Apabila pemikiran negatif yang dikembangkan maka akan membentuk opini picik dan tak bertanggung jawab dalam diri kita.
Perutusan hidup sebagai insan gereja yang mau dan hendak meningkatkan dan mempertahankan tradisi dan martabatnya dibutuhkan persiapan dan perjuangan untuk tujuan jangka panjang. Perjuangan yang diusahakan dibutuhkan pula pengorbanan yang tidak sedikit. Dan kita semua mengetahui bahwa nilai pengorbanan sangat diharapkan oleh masyarakat dalam membangun kebersamaan.

Diakses dari www.bruderfic.or.id